Ekonometrika, merupakan salah satu bekal guna menjadi ekonom bijak. Ekonometrika berkaitan betul dengan ekonomi dan matematika. Nah, berikut penulis akan menjelaskan terkait seperti apa rumus kapasitas produksi secara singkat.
Y= output/pendapatan/kapasitas produksi
L= tenaga kerja
K= modal/kapital
R= SD/Resources
T= tingkat teknologi
S= karakter sosial budaya
Dalam rumus tersebut dinyatakan bahwa terdapat faktor yang dapat mempengaruhi secara langsung kapasitas produksi yaitu L dan K. Sebab pada dasarnya tenaga kerja begitu sentral perannya bagi tingkat produksi suatu negara. Jika suatu negara menghendaki agar perekonomiannya maju maka diperlukan banyak tenaga kerja yang tingkat produktivitasnya tinggi guna mendukung percepatan perekonomian, dan tentunya diharapkan mampu menghasilkan produk yang kompetitif di internasional market yang pada akhirnya akan menaikkan rasio ekspor yang mana devisa dari ekspor tersebut akan memperkuat negara. Sebagai contoh, China sebelumnya merupakan negara yang berkembang yang pada masa presiden Soeharto dulu bahkan tingkat perekonomiannya lebih rendah daripada Indonesia menurut Rizal Ramli pada ILC beberapa waktu lalu. Tapi China mampu mengelola tenaga kerjanya menjadi tenaga kerja yang produkti sehingga menghasilkan produk yang layak ekspor di berbagai negara termasuk Indonesia. Hal itu juga dipengaruhi oleh padatnya angkatan kerja di China dengan populasi yang melimpah ruah dengan 1 milyar penduduk sehingga menimbulkan persaingan kerja yang sportif dan yang dapat bekerja di China adalah orang yang telah siap dan mampu memajukan ekonomi di negaranya.
Faktor yang kedua ialah K atau modal. Modal dalam perekonomian juga amat sangat penting dan nyatanya masuk sebagai faktor yang memperngaruhi secara langsung perekonomian suatu negara. Bagaimana ada perusahaan yang nantinya akan menjadi tempat bagi tenaga kerja yang produktif jika modal yang digunakan untuk membayar upah tenaga kerjanya tidak ada? Maka diperlukanlah modal yang kuat dalam menjadikan perekonomian di suatu negara mampu bersaing dengan negara lain. Tidak hanya untuk membayar tenaga kerja, modal juga berguna untuk membeli bahan baku dan banyak kebutuhan lainnya dalam kegiatan produksi. Jika tidak ada modal yang kuat, maka mungkin tidak ada rumus selanjutnya yang mana ada Teknologi di dalamnya. Teknologi juga nantinya akan membantu kegiatan produksi menjadi lebih cepat lagi. Sebagai contoh, yang dulunya suatu perusahaan guna menghasilkan suatu produk memerlukan waktu yang amat lama yang artinya memperlambat proses siap pakainya suatu produk, namun dengan adanya teknologi yang mampu mendukung percepatan produksi suatu produk, akhirnya perusahaan tersebut bisa menghasilkan lebih banyak produk dan mampu menghasilkan lebih banyak keuntungan. Begitu juga demgan faktor sumber daya (R). Semakin banyak sumber daya yang tersedia di suatu negara maka akan memperkecil impor dan dengan adanya pengolahan oleh perusahaan-perusahaan di negara tersebut maka sumber daya tadi yang nilainya masih kecil ketika masih dalam barang mentah, maka setelah diolah akan meningkatkan nilainya dan akan menghasilkan keuntungan juga bagi negara lewat devisa tentunya. Faktor pendukung lainnya ialah sosial budaya di suatu negara. Sosial budaya juga menjadi pendukung yang mana sedikit banyaknya akan mempengaruhi tenaga kerja.

Mantaap
BalasHapus