Baru-baru ini trending issue terkait Virus Corona jenis baru alias nCov-2 yang mana penyakitnya diberi nama Corona Virus Diseas atau sering disingkat COVID19 mewabah secara dahsyat. Virus ini pertama kali manjangkiti daerah Wuhan, di China pada 17 November 2019 lalu yang menewaskan sampai 1.200 orang lebih pada Januari 2020 dan jumlah tersebut terus bertambah mengingat belum ditemukannya vaksin dari virus tersebut. Jumlah tersebut cenderung sedikit dibanding kasus yang tercatat secara global berdasarkan data dari WHO yang mana total kasusnya mencapai 140.000 kasus yang terkonfirmasi, dibandingkan dengan jumlah yang tewas sekitar 5000 jiwa yang meninggal dan terkonfirmasi pada bulan februari lalu, jumlah tersebut dapat terus meningkat lagi mengingat persebaran penularannya yang sangat cepat sekali.
Bencana ini merupakan sebuah bencana biologis yang membunuh banyak manusia hanya dengan satu penyakit saja. Banyak yang menganggap juga bahwa COVID 19 ini merupakan sebuah bencana yang tidak hanya membunuh orang di China saja, tapi membunuh juga masa depan China di bidang ekonomi. Betapa tidak, nyatanya memang China merupakan nagara yang sangat berpengaruh di bidang ekonomi. Banyak komoditi yang keluar dan masuk dari dan ke China ini. Sementara jika terjadi wabah COVID 19 di China, maka perekonomian di China tentunya akan lumpuh seketika dan faktanya, banyak juga negara lain yang terdampak dari COVID 19 yang terjadi di China termasuk Indonesia. Yang mana sektor pariwisata merupakan yang paling terdampak akibat COVID 19 ini.
Menurut keterangan dari ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia sekaligus (Apindo) ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa hampir seluruh pegawai hotel yang tidak tetap di-PHK secara masal, sebab dari ditutupnya pintu pariwisata dari negara-negara lain yang dalam hal ini sedang melakukan antisipasi penyebaran COVID 19. Bukan hanya di sektor pariwisata saja, dampak COVID 19 Juga merambat ke bursa saham yang mana IHSG kini berada di posisi 3.000 per februari yang tadinya berada di posisi 6.000 sebelum terjadi COVID 19. Belum lagi kurs yang saat ini tembus pada angka Rp.15.000,. Per USD pada maret 2020. Kemudian dalam rangka antisipasi penyebaran COVID 19, pemerintah baik di Pusat maupun daerah menginstruksikan bahwa semua kegiatan yang menimbulkan keramaian harus dihindari, dan lebih baik semua orang berada di dalam rumah saja.
Tentunya hal ini memyebabkan produksi barang yang ada di pabrik-pabrik menjadi terhambat dan pada akhirnya akan menyebabkan laba yang diperoleh pengusaha akan menurun secara drastis dan pada akhirnya pemerintah penerimaan sektor pajaknya akan terdepresiasi akinat hal tersebut. Tentunya COVID 19 ini bukan saja menjadi bencana bagi kesehatan secara fisik saja, akan tetapi perekonomian juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah lagi mengingat tumbuh kembang perekonomian di Indonesia cenderung melambat beberapa tahun belakangan ini.
Pemerintah sudah melakukan berbagai macam kebijakan mulai dari memberikan diskon tiket pesawat, sampai memberikan keringanan pajak pada pengusaha yang terdampak usahanya. Pemerintah juga melakukan banyak hal lainnya yang dapat terus menerus memacu laju perekonomian dengan menarik agenda-agenda pemerintah mulai dari kunjungan kerja dan lainnya dalam rangka menstimulus laju perekonomian agar tetap stabil. Pemerintah sekarang lebih fokus pada pariwisata domestik yang nantinya dapat meringankan depresi perekonomian tersebut dengan cara membelanjakan belanja pemerintah secara maksimal agar pertumbuhan ekonomi dan stabilitas tetap terjaga.
Tentunya apa yang dilakukan pemerintah patut kita apresiasi dan kita beri pujian dengan segala kebijakannya agar stabilitas tetap terjaga dengan mengandalkan hanya dari sektor domestik saja.
Tentunya apa yang dilakukan pemerintah patut kita apresiasi dan kita beri pujian dengan segala kebijakannya agar stabilitas tetap terjaga dengan mengandalkan hanya dari sektor domestik saja.
Tentunya penulis berharap agar ke depannya perekonomian Indonesia dapat bertahan dan COVID 19 ini menjadi titik balik dari kebangkitan perekonomian Indonesia dan pada akhirnya Indonesia yang dapat survive akibat COVID 19 ini bisa menjadi negara maju dan super power pada tahun 2045 nanti.

Gila nonjok euy!๐๐ semangat berpikir๐
BalasHapusMakasih wkwk
Hapus