Pancasila merupakan dasar negara Indonesia sekaligus sebagai falsafah berbangsa dan bernegara warga negara Indonesia. Pancasila pada dasarnya merupakan sebuah konsep dasar yang harusnya dihayati oleh berbagai kalangan mulai dari buruh tani sampai ke akademisi bahkan politisi, tidak pula luput di kalangan ekonomi. Menarik untuk dibahas tentang ekonomi pancasila ini karena banyak terjadi perdebatan mengenai penamaannya sebagai “Ekonomi Pancasila”.
Dalam bukunya yang berjudul Ekonomi Pancasila: Gagasan dan Kemungkinan, Mubyarto menyatakan bahwa dalam perjalanannya memperkenalkan dengan gaya yang baru setelah Hatta menggagasnya, sistem Ekonomi Pancasila versi Mubyarto banyak menerima tanggapan yang kurang baik. Baik dari kalangan ekonom maupun dari kalangan lainnya. Hal itu dianggap karena banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa sistem ekonomi itu hanya ada sistem kapitalisme saja, kemudian sosialisme merupakan adjustment dari penyimpangan yang terjadi kala itu deengan munculnya Marx sebagai pelopornya. Marx mengkritisi sistem kapitalisne karena banyak melahirkan ketidakadilan bagi klas proletar (klas pekerja) yang mana pada saat itu banyak pekerja yang dibayar murah akibat terlalu banyaknya tenaga kerja di bidang tertentu. Semisal di bidang teknisi terdapat ribuan orang yang ahli pada bidang itu kemudian hanya tersedia sedikit ruang yang di butuhkan di posisi tersebut, maka teknisi tersebut akan menerima upah rendah. Sebab mau tidak mau pekerja tersebut harus menerimanya, jika tidak dia tidak memiliki penghasilan yang berguna untuk menghidupi keluarganya. Ada yang berpandangan demikian dan memang terlihat logis juga.
Akan tetapi menurut Mubyarto bahwa sistem ekonomi pancasila ialah sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi pancasila, yaitu sistem ekonomi yang merupakan usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan nasional. Jelas diuraikan bahwa ideologi pancasila menjadi landasan filosofis dari ekonomi pancasila ini. Sistem ekonomi pancasila memiliki ciri khas tesendiri yang mana di dalamnya terbentuk atas pertimbangan moral dan religius. Artinya sistem ekonomi pancasila menghendaki bahwa moral agama merupakan dasar yang menjiwai setiap prosesnya, karena sila ketuhanan yang maha esa terdapat dalam pancasila dan juga dalam pasal 29 UUD 1945 menjelaskan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan ketuhanan maka agama menjadi nafas dalam ekonomi pancasila ini.
Dalam bukunya yang berjudul Ekonomi Pancasila: Gagasan dan Kemungkinan, Mubyarto menyatakan bahwa dalam perjalanannya memperkenalkan dengan gaya yang baru setelah Hatta menggagasnya, sistem Ekonomi Pancasila versi Mubyarto banyak menerima tanggapan yang kurang baik. Baik dari kalangan ekonom maupun dari kalangan lainnya. Hal itu dianggap karena banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa sistem ekonomi itu hanya ada sistem kapitalisme saja, kemudian sosialisme merupakan adjustment dari penyimpangan yang terjadi kala itu deengan munculnya Marx sebagai pelopornya. Marx mengkritisi sistem kapitalisne karena banyak melahirkan ketidakadilan bagi klas proletar (klas pekerja) yang mana pada saat itu banyak pekerja yang dibayar murah akibat terlalu banyaknya tenaga kerja di bidang tertentu. Semisal di bidang teknisi terdapat ribuan orang yang ahli pada bidang itu kemudian hanya tersedia sedikit ruang yang di butuhkan di posisi tersebut, maka teknisi tersebut akan menerima upah rendah. Sebab mau tidak mau pekerja tersebut harus menerimanya, jika tidak dia tidak memiliki penghasilan yang berguna untuk menghidupi keluarganya. Ada yang berpandangan demikian dan memang terlihat logis juga.
Akan tetapi menurut Mubyarto bahwa sistem ekonomi pancasila ialah sistem ekonomi yang dijiwai oleh ideologi pancasila, yaitu sistem ekonomi yang merupakan usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan nasional. Jelas diuraikan bahwa ideologi pancasila menjadi landasan filosofis dari ekonomi pancasila ini. Sistem ekonomi pancasila memiliki ciri khas tesendiri yang mana di dalamnya terbentuk atas pertimbangan moral dan religius. Artinya sistem ekonomi pancasila menghendaki bahwa moral agama merupakan dasar yang menjiwai setiap prosesnya, karena sila ketuhanan yang maha esa terdapat dalam pancasila dan juga dalam pasal 29 UUD 1945 menjelaskan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan ketuhanan maka agama menjadi nafas dalam ekonomi pancasila ini.
Ada beberapa aspek yang menjadi ciri ekonomi pancasila diantaranya:
1. Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral.
2. Kehendak dari seluruh rakyat ke arah keadaan kesetaraan sosial, sesuai asas-asas kemanusiaan.
3. Prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang tangguh yang berarti nasionalisme menjiwai setiap kebijakan ekonomi.
4. Koperasi merupakan soko guru perekonomian dan merupakan bentuk yang peling kongkrit dari usaha bersama.
5. Adanya imbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dengan desentralisasi dalam pelaksanaan ekonomi untuk menjamin keadilan sosial dan ekonomi.
Pada dasarnya sistem ekonomi pancasila memiliki ciri khas tersebut dikarenakan kultur sosial bangsa Indonesia yang sedari dulu menghendaki adanya kerjasama dan kegotong royongan yang berasaskan pada nilai moral dan religius yang amat kentara. Dalam hal ini Mubyarto menjelakan bahwa sistem ekonomi pancasila yang memiliki ciri khas sepertu disebutkan di atas, dilandasi dari asumsi berikut:
1. Rangsangan Kegiatan Ekonomi
Rangsangan tersebut kiranya jelas bahwa asas ketuhanan yang maha esa merupakan dasar moral dari perilaku ekonomi manusia Indonesia. Meski sukar dibuktikan secara empirik, namun sering dikatakan bahwa kesediaan mengendaliikan diri, sikap tenggang rasa dan semangat kekeluargaan dari manusia Indinesia termasuk para pengusaha dan orang-orang kayanya, sebenarnya cukup besar.
Rangsangan tersebut kiranya jelas bahwa asas ketuhanan yang maha esa merupakan dasar moral dari perilaku ekonomi manusia Indonesia. Meski sukar dibuktikan secara empirik, namun sering dikatakan bahwa kesediaan mengendaliikan diri, sikap tenggang rasa dan semangat kekeluargaan dari manusia Indinesia termasuk para pengusaha dan orang-orang kayanya, sebenarnya cukup besar.
2. Egalitarianisme
Sebagai wujud dari semangat kemanusiaan yang adil dan beradab yang tertulis di sila kedua pancasila, maka sikap solidaritas dan keprihatinan akan menebal saat masa krisis dan sebaliknya akan menipis dalam serba kemakmuran. Tetapi akan terdapat pengecualian , karena cenderung kuat dan berkembangnya rasa sosial dan peningkatan kegiatan kemanusiaan pada saat orang mencapai sukses dalam bidang usaha.
Sebagai wujud dari semangat kemanusiaan yang adil dan beradab yang tertulis di sila kedua pancasila, maka sikap solidaritas dan keprihatinan akan menebal saat masa krisis dan sebaliknya akan menipis dalam serba kemakmuran. Tetapi akan terdapat pengecualian , karena cenderung kuat dan berkembangnya rasa sosial dan peningkatan kegiatan kemanusiaan pada saat orang mencapai sukses dalam bidang usaha.
3. Nasionalisme Ekonomi
Semangat nasionalisme dalam sistem ekonomi pancasila memiliki pengaruh yang amat besar karena timbul dan tenggelamnya sejarah, bangsa Indonesia enggan menerima dominasi asing. Mekipun kerpa merugikan negara lain, akan tetapi semangat nasionalisme ekonomi selalu menjiwai para pengelola kebijakan dan pengusahanya.
Semangat nasionalisme dalam sistem ekonomi pancasila memiliki pengaruh yang amat besar karena timbul dan tenggelamnya sejarah, bangsa Indonesia enggan menerima dominasi asing. Mekipun kerpa merugikan negara lain, akan tetapi semangat nasionalisme ekonomi selalu menjiwai para pengelola kebijakan dan pengusahanya.
4. Masalah Koperasi
Koperasi harusnya menjadi soko guru perekonomian, akan tetapi menjadi perdebatan yang menarik jika kita membahas koperasi yang seperti apa model bangunnya.
Koperasi harusnya menjadi soko guru perekonomian, akan tetapi menjadi perdebatan yang menarik jika kita membahas koperasi yang seperti apa model bangunnya.
5. Perencanaan dan Desentralisasi.
Perencanaan pembangunan harusnya diberikan kepada regional masing-masing karena bentuk geografis Indonesia yang berbeda, tentu memerlukan penangan kebijakan ekonomi yang beraneka juga. Akan menjadi kaku dan kurang efektif jika hanya dibebankan kepada sentral saja.
Perencanaan pembangunan harusnya diberikan kepada regional masing-masing karena bentuk geografis Indonesia yang berbeda, tentu memerlukan penangan kebijakan ekonomi yang beraneka juga. Akan menjadi kaku dan kurang efektif jika hanya dibebankan kepada sentral saja.
Kelima ciri tersebut erat kaitannya satu sama lain, dan seharusnya tidak dipisah-pisahkan dan harusnya dilihat sebagai ciri yang bulat dan terpadu.
Sudah selayaknya masyarakat Indonesia kembali mempelajari dan memahami sistem ekonomi pancasila yang merupakan ciri khas Indonesia. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang sejatinya adalah penerus generasi selanjutnya. Sudah barang tentu agar mempertahankan ciri khas ini dan mengembangkannya ke arah yang lebih baik lagi dan menjadi landasan dalam seluruh kegiatan perekonomian.
Dikutip dari Buku Ekonomi Pancasila karangan Prof. Dr. Mubyarto dengan sedikit penambahan dan eksplorasi.

Komentar
Posting Komentar
Mari berkomentar dan bangun blog ini cheers