Aku, nampaknya terlalu arogan si Aku ini. Ia seolah bisa menjadi apa saja yang ia inginkan. Bisa menginginkan apa saja sekehendaknya. Kehendaknya mutlak tak dapat diganggu gugat oleh selain Aku. Menyelami makna Aku ini perlu pendalaman yang cukup kuat dan menyeluruh. Sebab Aku merupakan sebutan bagi orang pertama, tergantung siapa yang paling akhir dan paling awal mengucapkan Aku, maka Ialah Aku yang sesungguhnya. Sementara yang lainnya hanya menirukanNya, bahkan terminologi meniru pun nampaknya terlalu merendahkan Aku yang sejati ini.
Lalu siapakah Aku itu? Tidak Ada Aku Selain Aku. Jika anda pernah mendengar pemahaman wahdatul wujud, anda tentu akan memahami hakikat dari makna "Tiada Aku Selain Aku". Pada hakikatnya Aku-aku yang ada di dunia ini sejatinya nisbi. Keberadaannya disandarkan kepada yang maha ada, kahidupannya juga disandarkan kepada yang maha hidup. Sejatinya manusia itu tidak ada, jika yang maha memiliki seluruh jagat raya tak menghendaki keberadaan manusia. Pemiliki seluruh alam raya ini, pemilik hidup dan kematian, pemilik setiap butir oksigen, pemilik emas, raja dari para raja, presidennya para presiden, serta Tuhannya semua manusia dan seluruh apapun yang ada di langit dan bumi. Dialah Aku yang sesungguhnya.
Sementara jika kita hendak merenungkan lebih dalam, pernahkah kita meng-Aku-kan diri sendiri? Kita mengaku Aku, padahal kita bukan apa-apa. Iya manusia bukan apa-apa. Manusia butuh kepercayaan dalam jiwa dan dirinya. Manusia sejatinya lemah dan tak dapat berdiri sendiri. Oleh sebab itu manusia memerlukan Dzat yang lebih tidak terbatas, yang maha segala untuk dipercayai. Bagaimana bisa manusia mengatakan bahwa dirinya itu tak berTuhan? Sementara dengan demikian dia masih percaya pada Hukum Alam, Fisika, atau bahkan dia percaya pada akal budinya sendiri? Sesungguhnya Tuhan mengitari keberadaan manusia.
Dalam hal ini jelaslah sudah bahwa manusia tak berhak menyombongkan dirinya sendiri. Manusia tak boleh mengatakan bahwa apa yang terjadi dalam kehidupannya adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Katakan Tidak. Sebab sekalipun dia bekerja keras, dia masih membutuhkan manusia lain. Jika dia berjualan atau berbisnis, bagaimana jika tidak ada kerja keras orang lain juga dalam menerima tawaran bisnisnya, dalam menyediakan bahan baku bisnisnya, sarana pendukung bisnisnya, atau mungkin si pencipta teori bisnis? Jika dia petani, bagaimana dia bisa berkata bahwa apa yang ia hasilkan adalah hasil kerja kerasnya sendiri? Sementara dia butuh Air, Tanah, dan sebagainya untuk menumbuhkan tumbuhan yang ia tanam? Bagaimana jika tak ada yg pernah menemukan pupuk, budaya bertani, atau bahkan teknik pertanian itu sendiri? Bagaimana bisa manusia begitu sombongnya mengatakan bahwa jika bukan karena aku, maka kamu tidak akan ini dan itu?
Mengapa belakangan manusia menjadi sombong? Sebab belakangan manusia terjangkiti paham individualisme. Sedikit penjelasan tentang paham ini. Individual merupakan salah satu unsur yang ada dan melekat pada diri manusia, keberadaan sifat individual ini mutlak. Tapi bayangkan jika manusia hanya menonjolkan sisi individualnya saja dalam segala hal? Bukankah menjadi manusia itu harus berimbang antara sosial dan individual? Maka dari itu muncullah paham individualisme. Paham yang berpotensi menimbulkan benih-benih sikap sombong di dalam diri manusia yang sejatinya tak patut untuk sombong.
Dari uraian singkat di atas, penulis hendak menyampaikan bahwa manusia dilarang sombong. Sebab bahkan ketika seorang manusia itu sombong, maka manusia macam ini telah menjadi manusia yang musyrik. Sebab dia telah menuhankan selain Tuhan. Bukankah Tuhan amat pencemburu jika Dia diselingkuhi? Memang Tuhan akan selalu mengampuni dosa-dosa hambanya. Namun tudak demikian dengan dosa musyrik (menduakan Tuhan).
Sebagai penutup, semoga senantiasa pembaca dan penulis tidak tergolong menjadi manusia yang sombong. Sebab menjadi sombong merupakan sebuah kekeliruan yang amat fundamental. Semoga senantiasa kita dapat kembali manjadi manusia seutuhnya. Manusia yang menjadi manusia. Salam.....

Komentar
Posting Komentar
Mari berkomentar dan bangun blog ini cheers