Jangan Mau Kuliah Di IAIN Cirebon (Sebuah Kritik)


IAIN Cirebon merupakan kampus yang memberikan sejuta pengalaman bagi seluruh mahasiswanya. Mulai dari cerita sedih, sedu, dan senang larut di dalam kampus ini. Terlebih lagi jika anda memiliki jiwa sosial yang tinggi tentunya akan mendapatkan banyak pelajaran berharga dari sini. Baik saya akan sedikit menguraikan pengalaman saya kuliah di IAIN Cirebon.

Saya merupakan mahasiswa jurusan Perbankan Syariah yang tengah duduk di semester 6 pada tahun 2020 ini. Saya masuk ke organisasi kemahasiswaan internal Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Saya juga aktif di organisasi kemahasiswaan eksternal. Adapun uraian di bawah ini merupakan bentuk atas ketidakpuasan saya terhadap kampus IAIN Cirebon dalam beberapa kebijakannya yang dinilai sedikit ngawur.

Pertama, terkait penggunaan bank dalam pembayaran UKT. IAIN Cirebon memanfaatkan bank konvensional sebagai penyedia jasa layanan tersebut. Sementara jika kita lihat background keagamaan yang melekat pada IAIN Cirebon itu teramat kental dengan keislamannya. Ditambah lagi di dalamnya terdapat jurusan Perbankan Syariah yang menjadi jurusan saya pribadi. Saya merasa kecewa betul dengan hal tersebut. Seperti yang telah dipelajari di jurusan Perbankan Syariah bahwa bunga bank itu haram dalam bentuk apapun. Bank konvensional merupakan salah satu bentuk bank yang masih menerapkan bunga. Bahkan bank konvensional itu haram digunakan jika kita hendak mengambil sisi ekstrim terkait hal ini. Namun, IAIN Cirebon telah memakainya sejak lama dan tak pernah ada rencana untuk mengalihkannya.

Kedua, informasi terkait kepentingan mahasiswa juga di IAIN Cirebon terbilang kurang baik. Sebab banyak mahasiswa baru yang ketika telah diterima menjadi mahasiswa IAIN Cirebon kurang memahami terkait bagaimana cara mengoperasikan smartcampus, pendaftaran online dan lain sebagainya. Mereka kerapkali kebingungan dengan hal tersebut. Sebab hal teknis seperti ini tidak dimuat dalam pengumumannya.

Ketiga, pembelajaran dan pengajarannya pun masih kurang sempurna. Mengingat sarana pendukung seperti proyektor belum terdapat di seluruh kelasnya. AC yang kerapkali mati karena lambatnya perbaikan dan perawatan, bahkan ada juga yang telah mati total sehingga ketika berlangsung kegiatan perkuliahan, maka kondusifitas perkuliahannya terganggu karena pengapnya ruangan akibat panasnya cuaca di luar.

Keempat, perpustakaan yang minim sumber yang berkaitan dengan mata kuliah yang ada di jurusan perbankan syariah. Memang buku seperti ini jarang ditemui di perpustakaan IAIN Cirebon. Buku seperti Analisis kinerja keuangan, buku manajemen risiko bank syariah, hingga buku manajemen treasury bank syariah tidak terdapat di sini. Sebab belum ada buku tersebut, maka mahasiswa jurusan Perbankan Syariah kerapkali kesusahan dalam mencari referensi terkait mata kuliah tersebut.

Kelima, program pengembangan bahasa yang tidak tepat guna sesuai jurusan mahasiswa. Dalam pengajaran bahasa asing yang ada di IAIN Cirebon, kurikulum yang ada dalam pembelajarannya masih terkesan seperti formalitas. Memang tujuan dari penyelanggaran program ini baik. Akan tetapi mahasiswa belum merasakan manfaatnya secara konkrit terkait program tersebut. Mahasiswa terkesan seperti melaksanakannya secara auto pilot. Dalam artian tanpa kesadaran yang pada akhirnya tidak akan menciptakan kemauan secara sadar, sehingga penghayatan akan manfaat dan ilmu yang terdapat di dalamnya menjadi bias. Juga output dari program ini yang dikira belum terasa manfaatnya bagi mahasiswa secara personal. Sebab kurikulum tersebut tidak menyentuh secara tepat guna pada kehidupan akademis saya. Juga belum adanya dosen yang kompeten sesuai jurusan masing-masing. Alhasil efek yang ada tidak terinternalisasi oleh pribadi mahasiswa. Artinya program bahasa asing ini terkesan percuma dilaksanakan karena tidak relevan bahasannya dengan jurusan saya.

Mungkin itu merupakan beberapa kegelisahan saya pribadi terkait kuliah di IAIN Cirebon dengan segala kompleksitasnya. Semoga di kemudian hari ada perbaikan dan pada akhirnya IAIN Cirebon mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berakhlak karimah, serta menjadi promotor di bidang keilmuan di Wilayah 3 Cirebon. Harapan dan doa agar menjadi lebih baik lagi tak pernah berhenti terkhusus untuk IAIN Cirebon. Namun doa dan harapan saja tidak cukup. Perlu kerja nyata dan kerja yang tepat guna agar tercapai tujuan tersebut. Semoga tulisan ini mampu menjadi bahan refleksi bagi kita semua, dan semoga perubahan dapat terjadi dan terlaksana.

Komentar