Belajar Dari Kesalahan

Sejarah, berasal dari kosa kata bahasa Arab yaitu Syajaratun yang artinya adalah Pohon. Berangkat dari pengertian itu, dapat dipahami bahwa sejarah merupakan rentetan peristiwa yang bermula dari akarnya, terus ke batang, ke dahan, ke ranting, ke buahnya dan ke daunnya dan seterusnya. Memahami sejarah merupakan awal menjadi orang yang bijak. Sebab orang yang telah memahami sejarah enggan untuk menilai sesuatu hanya dengan metode normatif saja. Yah orang yang belajar sejarah dan mendalaminya sampai ke taraf paham tidak mungkin memutuskan segala sesuatu secara betul dan salah secara serampangan. Mereka akan mendeteksi dari mana premis tersebut bisa keluar dan alasan-alasan apa yang membuatnya menjadi sedemikian rupa.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari juga sejarah diperlukan dalam rangka membandingkan apa yang telah dilakukan oleh orang terdahulu, kekeliruan apa yang dilakukan orang terdahulu, hingga bagaimana caranya agar tidak terjadi kegagalan seperti yang telah dilakukan oleh orang terdahulu. Sedemikian perlunya sejarah dipelajari untuk menjadikan seseorang arif dan bijaksana. Dalam hal berbisnis, konsultan yang telah memiliki usaha yang track recordnya bagus dan telah berpengalaman akan banyak dimintai petuahnya agar bisnis yang dijalankan si penanya menjadi lebih baik lagi dan lagi. Berkonsultasi dengan orang ini juga tentunya tidak murah biayanya. Makanya konsultan macam ini sangat ditunggu dan dinantikan petuahnya.

Dengan berkonsultasi dengan orang macam ini tentunya pebisnis bisa memperkecil peluang gagalnya. Iyah beliau akan diarahkan bagaimana caranya agar sukses dan jikapun jatuh, jatuhnya tidak akan terlalu dalam dan bisa bangkit dengan mudah. Jika hendak ditarik kembali, konsultan tadi memiliki sejarah hidupnya, dia telah merasakan asam garam dunia bisnis dan tahu seluk beluknya. Dengan demikian orang tersebut tentu pernah gagal dan tentunya beliau bisa bangkit kembali dan menjadi lebih baik lagi. Inilah perlunya BELAJAR DARI KESALAHAN. Dengan seseorang belajar dari kesalahan orang lain, orang akan mencoba metode lain dan mencari jalan lainnya agar tidak kembali gagal. Sebab menjadi sukses itu, adalah tentang bagaimana menghindari lubang kegagalan sesering mungkin. Jikapun memang harus gagal, maka usahakan agar dapat bangkit kembali dan dapat dengan cepat mencapai titik stabilnya kembali.

Namun, jika sejarah dilupakan, jika belajar dari kesalahan ditenggalkan. Maka orang tentu akan mencapai kesuksesannya. Namun pastinya tidak dalam waktu yang cepat. Beliau harus menelan pahitnya kegagalan terus menerus sebelum beliau belajar dari serangkaian kegagalan yang beliau alami. Tidak berhenti di situ, beliau juga akan mengalami sulitnya bangkit dari kegagalan tersebut hingga kadang ada juga yang melupakan cita-cita suksesnya akibat susahnya bangkit dari kegagalan.

Kita tak pernah tahu kapan kita akan gagal dan terpuruk. Tapi dengan belajar dari kesalahan orang terdahulu, kita tau caranya bangkit dan kesuksesan peluangnya terbuka lebar.

Lalu bagaimana jika hanya belajar dari buku? Belajar dari buku merupakan ilmu dasar. Pengembangannya ada pada mengamalan secara konsisten. Kadang belajar dari buku saja tidak cukup. Sebab belakangan ini, apa yang terjadi di kehidupan sehari-hari sering bertolak belakang dari apa yang ada di buku.

Berkenalanlah dengan banyak orang. Gapailah kesuksesanmu. Jangan mudah menyerah. Sebab menjadi sukses butuh pengorbanan dan perjuangan yang tak sebercanda itu sobat. Salaam...

Komentar